Keutamaan Belajar

Posted: 4 September 2010 in Pemahaman Agama

Di dalam al-Quran terdapat banyak sekali ayat yang menunjukkan keutamaan ilmu pengetahuan itu. Di antaranya ialah:
Allah telah menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Dia jua, begitu pula para Malaikat dan para ahli ilmu pengetahuan turut menyaksikan sama, yaitu Tuhan yang berdiri di atas keadilan.” (ali-Imran: 18)

Perhatikanlah pada ayat yang tersebut di atas itu, bagaimana Allah s.w.t. telah memulakan penyaksian itu dengan diriNya sendiri, keduanya dengan para Malaikat dan sesudah itu dengan para ahli ilmu pengetahuan. Itu saja sudah cukup untuk membuktikan, betapa tingginya keutamaan ilmu pengetahuan dan kelebihannya.

Allah berfirman pula:
Allah telah mengangkat orang-orang yang beriman dari golongan kamu, dan begitu pula orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (al-Mujadalah: 11)

“Katakanlah: Tiada serupa orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan orang-orang yang tiada berilmu pengetahuan.” (az-Zumar: 9)

Hanyasanya orang yang takut kepada Allah dari golongan hamba-hambaNya itu, ialah orang-orang yang berilmu pengetahuan.” (Fatir: 28)

Andaikata mereka mengembalikannya (berita itu) kepada Rasul dan kepada orang-orang yang memegang urusan pemerintahan diantara mereka, tentulah halnya telah dimengerti oleh orang-orang yang menelitinya dalam golongan mereka itu.”(an-Nisa’: 83).

Jadi hukum mengenai perkara-perkara yang berlaku itu harus dikembalikan kepada kebijaksanaan orang-orang yang berilmu pengetahuan, karena martabat mereka ditingkatkan dengan martabat para Nabi dalam menyingkap hukum-hukum Allah SWT

Rasulullah s.a.w. bersabda:
Apabila datang kepadaku satu hari, sedang pada hari itu aku tiada bertambah ilmu pengetahuan untuk mendekatkan diriku kepada Allah azzawajalla, maka tiada akan diberkati bagiku terbitnya matahari hari itu.

Sabda Rasulullah s.a.w. dalam menentukan kelebihan ilmu pengetahuan atas segala rupa ibadat dan penyaksian, sabdanya:

Keutamaan seorang yang berilmu pengetahuan atas seorang yang banyak ibadatnya, laksana keutamaanku atas serendah-rendah orang dari golongan sahabatku.

Cobalah perhatikan, betapa ilmu pengetahuan itu dipersamakan seiring dengan derajat kenabian, dan betapa pula direndahkan martabat sesuatu amalan yang sunyi dari ilmu pengetahuan, sekalipun orang yang beribadat itu cukup mengetahui dengan ibadat yang ia lakukan itu sehari-hari, karena kiranya ibadat itu ditunaikan tanpa ilmu pengetahuan, tentulah tidak boleh dinamakan ibadat.

Rasulullah s.a.w. bersabda lagi:
Kelebihan seorang alim atas seorang ‘abid, laksana kelebihan bulan purnama atas seluruh bintang-gemintang.

Keutamaan belajar

Adapun ayat-ayat al-Quran yang berhubung dengan keutamaan belajar itu, di antaranya ialah:

“Mengapa tidak ada sekelompok pun dari setiap golongan mereka itu yang berangkat untuk menambah ilmu pengetahuan agama.”(at-Taubah: 122)

“Maka tanyakanlah para ahli ilmu pengetahuan, kiranya kamu tiada mengerti.” (an-Nahal: 43)

Sabda Rasulullah s.a.w.:

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu pengetahuan, maka Allah s.w.t. akan melorongkan baginya jalan ke syurga.” “Andaikata anda berangkat untuk mempelajari suatu bab dari ilmu pemgetahuan, adalah lebih utama dari anda bersembahyang seratus rakaat.”

“Menuntut ilmu adalah wajib di atas setiap orang Muslim.”

Abu Darda’ berkata:

“Kiranya saya dapat mempelajari suatu masalah, itu adalah lebih saya cinta daripada saya bangun beribadat sepanjang malam.” ”Orang alim dan orang yang menuntut ilmu itu, adalah dua orang yang berkongsi dalam kebaikan. Sementara orang-orang selain keduanya adalah sesia belaka. Tiada bangun sama sekali. “

Iman Syafi’i.r.a. berkata pula:

“Menuntut ilmu itu lebih utama dari sembahyang sunnat”

Berkata Fatah al-Maushili rahimahullah:

“Bukankah si pesakit itu bila tidak diberikan makan atau minum ubat, ia akan mati!” Orang ramai menjawab: “Benar katamu!” Dia berkata pula: “Demikian pulalah sifatnya hati, kiranya ia tidak diberikan hikmat dan ilmu pengetahuan selama tiga hari saja, akan matilah ia

Sungguh tepat sekali ucapan Fatah al-Maushili itu, kerana makanan hati ialah ilmu pengetahuan dan hikmat, dan dengan kedua benda itulah ia boleh hidup, sebagaimana tubuh badan itu hidup dengan makanan, Seorang yang tiada mempunyai ilmu pengetahuan, hatinya menjadi sakit dan kematiannya sudah pasti. Akan tetapi ia tidak akan merasakan yang demikian itu, kerana kecintaannya kepada dunia dan kesibukannya tentang dunia itu akan melenyapkan perasaannya. Kita berlindung dengan Allah pada hari di mana segala tabir akan tersingkap. Sesungguhnya manusia itu sedang nyenyak dalam tidurnya, nanti ia bila mati akan tersedar.

Berkata Ibnu Mas’ud r.a.:

“Hendaklah kamu mencari ilmu pengetahuan sebelum ianya terangkat, dan terangkatnya ilmu pengetahuan itu dengan kematian ahli-ahlinya. Seseorang kamu tiada dilahirkan sebagai orang yang sudah pandai. Jadi ilmu pengetahuan itu akan dicapai hanya dengan belajar.”

Keutamaan mengajar

Ayat-ayat al-Quran mengenai keutamaan mengajar ini, ialah di antaranya firman Allah Ta’ala: “

Hendaklah mereka memberikan peringatan kepada kaumnya, apabila telah kembali kepada mereka nanti, moga-moga mereka berhati-hati.”(at-Taubah: 122)

1. “Dan di waktu Tuhan mengambil janji orang-orang yang diberikan olehnya kitab; iaitu hendaklah kamu sekalian menerangkan perkara-perkara yang tersebut di dalam kitab itu, dan jangan sampai kamu menyembunyikannya.” (ali-Imran: 187)

Maksudnya ialah mewajibkan orang yang berilmu itu menyebarkan ilmunya dengan mengajar.

“Ada sebahagian dari mereka itu yang menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka itu mengetahui (hukumnya).” (al-Baqarah: 146)

Maksudnya menghukumkan salah atau haram orang yang menyembunyikan ilmu pengetahuanya, sebagaimana dihukumkan haram pula orang yang menyembunyikan penyaksiannya.

Firman Allah Ta’ala:

“Barangsiapa menyembunyikannya (penyaksian), maka berdosalah hatinya.” (al-Baqarah: 283)

1. “Siapakah orang yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan berbuat kebaikan.” (Fushshilat: 32)

Allah berfirman lagi:

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik.” (an-Nahal: 125)

1. “Dan dia mengajarkan kepada mereka (kandungan) kitab dan kebijaksanaan.” (al-Baqarah: 151)

Adapun Hadis-hadis yang menunjukkan tentang keutamaan mengajar, umpamanya pesanan baginda Rasulullah s.a.w. ketika mengirim Mu’az ke Yaman, bunyinya:

“Andaikata Allah s.w.t memberikan hidayat kepada seorang dari hasil usahamu, adalah lebih baik bagimu dari dunia dan seisinya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.

“Sesiapa yang mengetahui sesuatu ilmu lalu disembunyikannya, niscaya di Hari Kiamat nanti, ia akan dikekang oleh Allah s.w.t. dengan tali kekang dari api neraka.”

“Sesungguhnya Allah s.w.t. dan para MalaikatNya, begitu juga penghuni langit dan buminya, sehingga semut yang berada di lubangnya dan ikan yang di lautan, semuanya memohon rahmat bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang ramai.”

“Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya melainkan dalam tiga perkara: iaitu sedekah jariah (yang berterusan), ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang saleh yang mendoakan baginya.”

“Orang yang menunjuk ke jalan kebaikan sama saperti mengerjakan baginya.”

Ada satu sabda lagi berbunyi:

” Moga-moga Allah mencucurkan rahmatNya ke atas Khalifah-khalifahku.” Baginda lalu ditanya: ” Siapakah mereka khalifah-khalifahmu?” Rasulullah s.a.w. bersabda lagi: ” mereka itu adalah orang-orang yang menghidupkan sunnatku serta mengajarkannya kepada hamba-hamba Allah”

Dengan ilmu pengetahuan seorang hamba itu akan sampai ke peringkat orang-orang yang terpuji ketaatannya dan tertinggi kedudukannya. Memikirkan perihal ilmu pengetahuan setanding pahalanya dengan berpuasa, dan menelaahnya setanding pahalanya dengan bangun beribadat di tengah malam. Dengan ilmu pengetahuanlah manusia mentaati Allah Azzawajalla, memperhambakan diri kepadaNya, MengEsakanNya dan membesarkanNya.. Dengan ilmu pengetahuan juga manusia boleh mencapai darjat kewajiban kewara’an, dan dengannya pula manusia menyambung silatur-rahmi. Dengan ilmu pengetahuan juga, ia akan mengenal yang halal dan yang haram. Ilmu pengetahuan itu adalah diumpamakan sebagai pembimbing, manakala amalan pula menjadi pengikutnya, dan berbahagialah orang yang menerima ilham dari ilmu pengetahuan, dan celakalah orang yang terhalang dari ilmu pengetahuan.

Do’a Sholat Hajat

Posted: 4 September 2010 in Pemahaman Agama

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIMU,SUBHAANALLAAHI RABBIL ‘AR-SYIL ‘AZHIIM, ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, AS-ALUKA MUUJIBAATIRAHMATIKA, WA’AZAAIMA MAGHFIRATIKA, WAL’ISHMATA MINKULLA DZANBIN, WAL-GHANIIMATA MIN KULLI ITSMIN, LAATADA’LII DZANBAN ILLAA GHAFARTAHUU, WALAA HAMMAN ILLAAFARRAJTAHUU, WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHAN ILLAQADHAITAHAA, YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.
Artinya : Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah,Tuhan seluruh alam. Kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan keampunan-Mu, serta terpeliharanya dosa-dosa,memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.